Yogyakarta, 05 Oktober 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta menerima kunjungan akademik dari Ming Chi University of Technology (MCUT), Taiwan. Kunjungan akademik MCUT terdiri dari 2 dosen dan 17 mahasiswa tersebut dimanfaatkan untuk berbagi praktik baik pengabdian masyarakat antara UPN “Veteran” Yogyakarta dan MCUT melalui workshop yang diselenggarakan pada Senin, 5 Oktober 2026. Workshop tersebut diikuti dosen dan mahasiswa dari enam program studi di lingkungan FEB dan membahas bagaimana pemberdayaan masyarakat oleh perguruan tinggi dapat memberi dampak nyata dan berkelanjutan.
Dalam workshop tersebut, Prof. Jau-Rong (Kelly) Chen, Ketua University Social Responsibility MCUT sekaligus Direktur IMBA memaparkan materi “From Research to Impact: Building Sustainable Academic Collaboration between Taiwan and Indonesia”. Ia memperkenalkan Sanxia Living Lab, ruang kolaborasi berkelanjutan antara dosen, mahasiswa, dan mitra lokal yang telah menjangkau lebih dari 4.351 peserta melalui 120 kegiatan, termasuk 986 peserta internasional dan 1.041 warga komunitas. Pendekatan ini dijalankan lewat model pembelajaran PLACE (Place-based learning, Local cultural immersion, Action-oriented collaboration, Cross-cultural communication, dan Experiential reflection) yang menghubungkan riset, perkuliahan, dan praktik di masyarakat dalam siklus yang terus diperbaiki berdasarkan masukan mitra.
Dari UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Avido Yuliestyan memaparkan model pengelolaan pengabdian yang mengintegrasikan hibah pengabdian dosen dengan KKN mahasiswa. Hibah menghadirkan peralatan dan keahlian, sementara tim KKN multidisiplin menghadirkan waktu, kehadiran, dan pendampingan harian. Di Desa Wonokromo, Wonosobo, misalnya, mesin pencacah sampah organik dipadukan dengan pengomposan dan budidaya maggot BSF, dilengkapi SOP, pelatihan, dan operator lokal agar sistem tetap berjalan setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Pengabdian Kolaboratif di Desa Wukirsari

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengabdian kolaboratif di Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul pada tanggal 8 Oktober 2026, kegiatan tersebut diatur oleh tim internasional Jurusan Manajemen dengan peserta tim MCUT dengan diikuti mahasiswa dari 3 jurusan di FEB. Wukirsari merupakan salah satu desa dampingan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pada semester genap 2025/2026, Program Studi S1 Manajemen juga telah melaksanakan program MBKM Bina Desa di desa tersebut. Kegiatan Bina Desa telah diikuti oleh 10 mahasisa dan selama 1 semester mahasiswa belajar di Desa tersebut untuk dapat konversi 12-20 SKS.
Menurut Ketua Jurusan Manajemen, Dr. Titik Kusmantini, S.E., M.Si, program Bina Desa telah menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi mitra, antara lain pendampingan pemasaran digital, penyusunan basis data berbasis aplikasi, serta draf buku Kekayaan Intelektual tentang motif batik koleksi Paguyuban Batik Tulis Giriloyo.
Ketua Bina Desa, Safina, menjelaskan bahwa basis data motif dan filosofi batik disusun untuk mengedukasi wisatawan lokal maupun mancanegara. Cukup dengan memindai barcode pada setiap kain di showroom paguyuban, wisatawan dapat mengetahui perajin pembuatnya, harga, waktu produksi, serta nama dan filosofi motif kain tersebut.
Kaprodi S1 Manajemen, Asri Sekar Firdaus, S.M, M.Sc, menambahkan bahwa desa binaan menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengenali potensi dan permasalahan desa, sekaligus merumuskan pemecahan masalah bersama mitra.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Titik Kusmantini, S.E., M.Si, mewakili tim abdimas “Pemberdayaan UKM Batik Berbasis Lean Six Sigma di Paguyuban Batik Tulis Giriloyo, Wukirsari, Bantul”. Selaku ketua pengabdi hibah PkM Internal (2026) menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) berupa sepatu boot, sarung tangan karet, dan celemek berbahan karet untuk dipakai perajin dalam melakukan kegiatan proses pelorodan warna. Alat ini meningkatkan safety bagi perajin batik, selain mendukung lingkungan kerja yang sudah di desain tata ulang lebih ergonomis, aman dan mendukung pergerakan waktu produksi yang lebih cepat. Program abdimas lain yang dilakukan tim abdimas adalah memberikan edukasi bagi para perajin untuk memahami diagram alur atau tahapan proses membatik apa saja yang menjadi bottleneck dan tidak menghasilkan nilai tambah beserta mencari solusi bersama untuk tindak lanjut mitigasi atas permasalahan dalam proses produksi.
Kegiatan ini menegaskan gagasan yang disampaikan kedua narasumber: pemberdayaan yang berdampak lahir dari kerja sama yang berulang, berakar pada kebutuhan lokal, dan melibatkan mitra sejak awal. Tim MCUT selama berkunjung di Yogyakarta (3-10 Oktober 2026) telah melakukan rangkaian kegiatan kolaboratif, harapan Prof Januar Eko Prasetio, SE, MSi, Akt ke depan kedua institusi membuka peluang kolaborasi lanjutan. Misalkan seperti studi kasus komparatif pembangunan lokal, tim mahasiswa lintas universitas, dan pertukaran dosen untuk mengembangkan riset dan pengajaran bersama.